logo aninch

Kata-kata itu layaknya ombak, gemuruh yang ia ceritakan asalnya dari lautan yang dalam.

Awalnya..

Tahukah kalian tentang rahim?
Ruang gelap yang menyuguhkan kasih sayang, kita belum bisa ngelakuin apa-apa disana, ngerasain manisnya susu, sejuknya angin semilir, lembutnya embun pagi, indahnya malam, atau hangatnya sinar mentari yang menyusup melalui jendela-jendela rumah.
Tapi entah menurutku lebih nyaman disana daripada disini saat ini.

Lalu setelah itu, semacam terdengar suara yang melambangkan tangisan, entah itu berarti perayaan, atau sebaliknya penyesalan atas hidup.

Namun nyatanya hingga hari ini aku masih hidup diantara ricuhnya dunia, dan mulai mengerti bahwa tangisanku ketika itu merupakan "perayaan".
Dan yang terhitung hingga hari ini, mereka yang telah membunuh dirinya sendiri, aku rasa mereka mulai mengetahui bahwa tangisan mereka ketika itu merupakan penyesalan atas hidupnya.