Bisikan Jendela..
Aku terbangun pada hawa lembayung yang berpendar membelaiku.
Saat aku tersadar, kubuka tirai marun, dan semua terlihat kelabu...Ya, awan mendung menoda langit biru.
Jendela kamar tertawa terbahak, terbatuk, melihat raut wajahku yang tak lagi terburu-buru memastikan harapan dari balik jendela.
Namun Ia memanggilku, dan lirih berbisik menghapus kecewaku.
"Bukalah jendela hatimu, agar harapan itu dapat keluar lewatinya.
Dan yang perlu kau tau, ia akan terbang terhempas angin, basah oleh hujan, terjatuh pada kerasnya tanah, atau terbakar panasnya mentari.
Tidakkah engkau tau, harapan pun akan terdiam dalam kecewanya ketika dia membuka tirai marun seperti yang kau lakukan sesaat lalu.
Maka keluarlah dirimu, meski langit tak menghiburmu dalam cerahnya, atau lembayung tak membelaimu dengan hangat pendaran sinarnya.
Kau akan benar-benar tau, ketika mereka tidak mampu menghiburmu, hujan mampu membasuh deritamu".
