logo aninch

Kata-kata itu layaknya ombak, gemuruh yang ia ceritakan asalnya dari lautan yang dalam.

Nikmati ajalah..

Hidup mungkin suka bermain bola.
Buktinya dia suka main tendang kesana kemari, menimbulkan kontradiksi dalam hidup. Dia juga "surprise maker", yang pandai membuat orang meneteskan air matanya. Dan bukan cuman itu aja, dia bisa jadi guru yang sangat bijak, baik, tapi juga bisa jadi guru yang suka memberi soal pilihan yang sulit dalam ujian.

Meski 'hidup' itu ngga sekolah dipertanian, dia gemar dan ulet sekali dalam berkebun dan bertani. Apa yang kita tanam padanya, ia tumbuhkan dengan hasil buahnya yang ngga busuk, ngga lecet, ngga kerdil, ataupun terlalu besar, karena 'hidup' ngga pernah terlambat memanennya.
Buahnya ngga terlalu muda juga ngga terlalu tua, buah itu matang lalu 'hidup' memberikannya pada kita lagi tepat pada waktunya dan tepat seperti apa yang kita tanam. Buah durian tentu tumbuh dari pohon durian dan tentu pada musimnya.

Maka hati-hatilah dalam menanam, karena hasilnya akan setimpal dengan apa yang kita tanam.
Jangan menanam biji yang busuk, dengan harapan 'hidup' itu ngga jelih dalam menanam, sehingga nanti kita bisa menyalahkan hidup...
Meskipun kelak biji busuk yang kita tanam itu tetap bertumbuh dengan subur dan berbuah manis, percayalah, itu ngga senikmat manisnya buah dari biji yang baik.
Kita mungkin telah menikmati sesuatu yang salah dalam jangka waktu yang cukup lama. Cukup untuk menggerus kepekaan kita mengenai nikmatnya sesuatu yang baik.

Aku mengerti, hidup ini memang ngga mudah. Biji baik yang kita tanam, ngga selalu berbuah besar, ranum, dan ngga selalu berasa manis. Lalu ingatlah, ini bukan hanya masalah rasa, tapi juga kemuliaan terhadap hidup.
Kadang pula setelah sekian lama menanam biji yang baik dan bagus dalam hidup kita, kita belum juga mendapati satu buah yang menggantung di dahan. Lalu ingatlah, bahwa 'itu' sedang bertumbuh menjadi besar, kuat batangnya, lebat daunnya, kokoh akarnya, sehingga ketika kita mendapati buah dalam hidup kita, kita ngga mudah tumbang, ngga mudah goyah, dan ngga mudah sombong.

Tanpa sadar, dan tanpa berpikir tentang buah dengan rasa manisnya, kemuliaan hidup kita telah menjadi "Besar".
Jadi kenapa terlalu serius memikirkan ini dan itu? Nikmati aja perjalanannya. Meski Kuliah pending dan pindah. All is well..