Aku minta maaf..
Ketika aku telah mengkhianati Sang Cinta, jadilah aku seperti bangkai dengan puing-puing amarah yang berserakan.
Nafas penuh bau kemunafikan, dan aroma tubuh menjadi busuk penuh kebencian.
Bagaimana bisa menjadi hidup dan bermakna, ketika wadah mengkhianati isinya.
Ketika semi ditinggal mentari, ia menjadi mati kaku. Senyumnya habis, dilalap pilu.
Yang ada sekedar air mata yang dikeringkan semilirnya harapan.
MaafNya, yang menjadikan musim semi, dan yang menjadikan hidup apa-apa yang telah binasa.
Aku minta maaf..
