Mungkin sudah tak menarik lagi bagi syaitan.
Maunya nulis, tapi apa yang bisa ditulis jikalau pikiran lagi ngga pada tempatnya.
Apa dia sudah jenuh untuk tinggal ditempurung ini atau malah dia ngga tau jalan pulang.
Syaitan yang biasa bertengger ditelinga berbisik,
"dia sudah pergi bertahun-tahun lalu. Dia pergi bersama 'perasaan'. Mereka pergi mengendarai 'jiwa' dan sebelum mereka pergi mereka mengunci pintu 'harapan'. Entah kapan mereka kembali, mereka asal lewat saja didepanku seolah terburu-buru."
Lalu syaitan itu menambahkan, "Tidak penting itu semua bagiku, tapi yang menarik bagaimana kau bisa membiarkan mereka pergi?. Sekarang kau kosong dan tak ada beda dengan orang yang sudah mati, kau bahkan tak menarik untuk syaitan sekalipun."
Aku hanya menanggapi dengan senyum melebar kekanan 1cm, makan krupuk dan tiduran menunggu saat-saat tertidur kembali..
Hhhh.. krupuk ini cocok dimakan dengan kupang.
